I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan pertanian harus dipandang dari dua pilar utama secara terintegrasi dan tidak bisa dipisahkan yaitu pertama, pilar pertanian primer (on-farm agriculture/agribusiness) yang merupakan kegiatan usahatani yang menggunakan sarana dan prasarana produksi (input factors) untuk menghasilkan produk pertanian primer. Kedua, pilar pertanian sekunder (down-stream agriculture/ agribusiness) sebagai kegiatan meningkatkan nilai tambah produk pertanian primer melalui pengolahan (agroindustri) beserta distribusi dan perdagangannya. Pengembangan agribisnis salah satu yang harus mendapat perhatian adalah agribisnis buah-buahan, karena produk hortiloiltura ini setelah dipanen akan mudah mengalami kerusakan yang menyebabkan kerugian bagi petani atau pedagang.
Salah satu komoditas pertanian yang mempunyai potensi untuk dikembangkan dalam agroindustri adalah nangka. Buah nangka sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaatan buah ini sebagian besar dikonsumsi segar (buah matang), sebagian lagi dibuat sayur dan diolah dalam berbagai bentuk olahan makanan dan minuman. Sebagai salah satu jenis buah-buahan tropis nangka masih berpotensi untuk dikembangkan. Hal ini terutama didukung oleh permintaan pasar luar negeri terhadap buah-buahan tropis (termasuk nangka) yang cenderung meningkat, baik dalam bentuk segar maupun produk olahan.
Dalam rangka meningkatkan daya saing komoditas nangka Indonesia dipasaran adalah dengan melakukan penganekaragaman produk olahan nangka, salah satunya keripik nangka. Keripik nangka merupakan salah satu produk olahan dari buah nangka, dimana yang digunakan dalam pembuatan keripik nangka adalah daging buah nangka yang sudah matang. Agroindustri ini bisa membantu produsen dalam upaya meningkatkan pendapatan. Selain itu olahan nangka juga merupakan proses pascapanen yang termasuk ke dalam pengawetan sehingga buah nangka tidak cepat rusak dan masih bisa dinikmati dalam waktu yang cukup lama tetapi dalam bentuk dan rasa yang berbeda tidak seperti buah nangka yang masih segar.
B. Profil Perusahaan
Perusahaan keripik nangka sangat berpotensi dalam upaya meningkatkan pendapatan dan bisa juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar. Dalam pengembangan usahanya perusahaan memiliki visi dan misi, serta tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kegiatan usahanya supaya tetap berdiri dan bisa menyediakan keripik nangka bagi para konsumen.selain itu untuk mengatur semua kegiatan produksi perusahaan memilki struktur keorganisasiannya untuk nenpermudah dalm pembagian tugas atau rencana kegiatan yang akan dilakukan kedepannya.
Adapun visi dan misi yang dimilki perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Visi dari perusahaan adalah menjadi perusahaan penghasil Kripik nangka yang bermutu secara kualitatif dan kuantitatif, mandiri, menguasai dan mencapai target pasar, dan dikenal secara luas oleh masyarakat, serta menjadikan keripik nangka salah satu makanan khas.
b. Misi perusahaan sendiri yaitu melakukan klasifikasi dan penyaringan bahan produksi, menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dalam upaya peningkatan pendapatan. Memberikan pelayanan yang terbaik untuk mengutamakan kepuasan pelanggan.
Visi dan misi tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam upaya agroindustri nangka yang nantinya akan memperkenalkan produk ini hingga mencapai pasar nasional dan seluruh kalangan masyarakat.
Perusahaan tidak akan berjalan tanpa adanya sturktur organisasi sebagai pedoman untuk kegiatan. Pembuatan struktur organisasi berdasarkan kekuasan menyesuaikan dengan keadaan yang ada di perusahaan.
Struktur Organisasi perusahaan memiliki bagian-bagian antaralain dapat digambarkan seperti bagan berikut.

![]() | ![]() | ![]() |
Gambar 1. Bagan Struktur Organisasi
Struktur organisasi perusahaan yaitu direktur mempunyai kekuasan yang tertinggi, mengatur dan mengawasi jalannya usaha yang direncanakan. Dibawah direktur yang membantu perencanaan dan pengelolaan usaha adalh seorang manajer. Perusahaan membagi tiga bagian dari manajer yaitu manajer pemasaran, manajer produksi dan manajer keuangan. Setiap manajer bertanggungjawab mengawasi kegiatan yang dilakukan bawahanya. Seperti manajer pemasaran berperan mengawasi bagian penjualan dan promosi, dimana setiap bagian dibantu oleh karyawan. Begitu juga dengan manajer produksi dan manajer keuangan. Struktur organisasi yang dimiliki menunjukkan tingkatan-tingkatan yang mempunyai peran yang berbeda.
Perusahaan kripik nangka mempunyai target atau tujuan yang ingin dicapai baik tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek yang ditargetkan dalam satu tahun ini oleh perusahaan yaitu menjadikan keripik nangka sebagai oleh-oleh khas Solo bagi para wisatawan serta bisa menembus pangsa pasar Solo Raya. Tujuan Jangka Panjang adalah target yang diharapkan dalam lima tahun yang akan datang antara lain meliputi:
1. Target jangka panjang dalam keuangan.
Target jangka panjang dalam masalah keuangan yaitu usaha pertumbuhan laba dan kembalinya modal yang diinvestasikan. Usaha pertumbuhan laba ditentukan dari cakupan pemasaran produk di masyarakat. Kembalinya modal yang diinvestasikan yaitu mencakup pertumbuhan laba., di mana semakin banyak permintaan dan cakupan pemasaran maka perguliran pemasukan dan pengeluaran barang dapat cepat berganti.
2. Sosial kemasyarakatan
Target dan kinerja sosial kami terutama berfokus pada karyawan. Karyawan diberikan fasilitas yang memadai sehingga kesehatan dan tunjangan lainnya dapat membuat mereka bekerja dengan baik.
3. Lingkungan
Sasaran lingkungan perusahaan dan kinerja manajemen fokus pada dampak dari produksi. Semakin banyak produksi maka membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat sekitar. Banyaknya permintaan pasar membuat masyarakat secara tidak langsung mau menanam nangka sebagai komoditas utama diwilayah sekitar.
Pemasaran adalah ujung tombak bagi kelangsungan hidup usaha atau perusahaan, karena kegiatan pemasaran merupakan sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang tujuannya untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa bagi pemuasan kebutuhan konsumen. Sehingga perusahaan harus semaksimal mungkin untuk dapat memasarkan produknya demi tercapainya tujuan perusahaan yaitu meningkatkan volume penjualan, naiknya keuntungan perusahaan, kelangsungan hidup terjamin dan dalam jangka panjang adalah adanya perkembangan dari perusahaan.
Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen. Berdasarkan definisi diatas diketahui bahwa pasar suatu produk tidaklah homogen, akan tetapi pada kenyataannya adalah heterogen. Pada dasarnya segmentasi pasar adalah suatu strategi yang didasarkan pada falsafah manajemen pemasaran yang orientasinya adalah konsumen. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen. Segmentasi pasar dari produk keripik nangka terdiri dari tiga kelompok yaitu :
1. Toko pusat oleh-oleh
Toko pusat oleh-oleh merupakan salah satu tempat yang menyediakan berbagai produk khas suatu daerah, sehingga konsumen dapat membeli produk keripik nangka dengan mudah.
2. Wisatawan
Wisatawan pada umumnya mencari produk khas dari suatu daerah yang dikunjunginya. Sehingga wisatawan merupakan salah satu konsumen yang dapat mengenalkan produk keripik nangka pada masyarakat di daerahnya.
3. Masyarakat sekitar
Masyarakat sekitar memberi patokan rasa dan selera sehingga dengan adanya masyarakat sekitar membantu perusahaan mengelola cita rasa yang diinginkan konsumen.
II. LANDASAN TEORI
A. Keripik Nangka
Buah nangka sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaatan buah ini sebagian besar dikonsumsi segar (buah matang), sebagian lagi dibuat sayur dan diolah dalam berbagai bentuk olahan makanan dan minuman. Sebagai salah satu jenis buah-buahan tropis nangka masih berpotensi untuk dikembangkan. Hal ini terutama didukung oleh permintaan pasar luar negeri terhadap buah-buahan tropis (termasuk nagka) yang cenderung meningkat, baik dalam bentuk segar maupun produk olahan. Dalam rangka meningkatkan daya saing komoditas nangka Indonesia dipasaran adalah dengan melakukan penganekaragaman produk olahan nangka, salah satunya keripik nangka (Anonim, 2010)
Keripik nangka merupakan produk olahan atau awetan yang dibuat dengan cara digoreng. Keripik nangka ini umumnya dibuat dengan memanfaatkan buah nangka yang sudah terlalu masak atau mengkal. Memanfaatkan nangka mengkal karena sebab-sebab tertentu seperti jika dijual harga jualnya sangat rendah, buah cacat secara fisik dan lain sebagainya. Buah nangka mengkal dengan diolah menjadi keripik akan menambah nilai jual atau nilai ekonomis. Hal ini dikarenakan dalam semua proses pengolahan kekurangannya diperbaiki. Secara fisik keripik nangka mirip dengan keripk lain, namun cita rasanya tetap seperti nangka. Dalam proses pengolahannya diupayakan unsur yang hilang karena perlakuan pembuatan sesedikit mungkin. Prinsip dasar pembuatan kripik nangka adalah mengurangi kadar airnya dengan pengolahan dalam minyak goreng. Namun untuk mempertahankan warna, aroma dan cita rasanya, diperlukan alat pemanggang hampa udara atau biasa disebut vaccum frying (Suprapti, 2000).
Vaccum frying dipergunakan untuk menggoreng atau mengolah berbagai bahan atau aneka buah menjadi keripik secara vaccum sehingga hasil olahan matang merata. Alat ini dilengkapi dengan penirisan minyak secara sentrifuse yang berfungsi untuk mengurangi kadar minyak hasil gorengan. Penggorengan vakum umumnya digunakan untuk mengeringkan buah yang berkadar air tinggi dan beraroma khas. Penggorengan ini dilakukan dengan menggunakan suhu 8500C selama 1-2 jam. Bahan pangan buah atau sayuran yang digoreng dengan metode vaccum frying akan dihasilkan produk dengan kandungan zat gizi seperti protein, lemak dan vitamin yang tetap terjaga. Sistem penggorengan vaccum frying menggunakan tekanan minimum sehingga suhu pemanasan menjadi rendah. Perlakuan suhu rendah ini tidak akan merusak struktur kimia dan sifat bahan. Selain itu, penggunaan vaccum frying menghasilkan keripik yang renyah dan tahan lama, aroma khas, serta warna yang menarik.
Produk keripik nangka mempunyai potensi pasar yang luas, sehingga perlu direncanakan konsep pemasaran yang tepat. Konsep pemasaran merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Konsep pemasarn ini sangat bermanfaat dalam memilih pasar sasaran, sehingga pemasar dapat menghindarkan kesalahan-kesalahan sekecil mungkin dalam prakteknya dan sebagai pedoman atas permintaan konsumen yang akan datang. Maka untuk tujuan tersebut perusahaan harus membagi-bagi pasar menjadi segmen-segmen pasar utama, setiap segmen pasar kemudian dievaluasi, dipilih dan diterapkan segmen tertentu sebagai sasaran. konsep pemasaran yang direncanakan perusahaan meliputi :
1. Konsentrasi pasar tunggal, ialah memusatkan kegiatannya dalam satu bagian daripada pasar.
2. Spesialisasi produk untuk memutuskan memproduksi satu jenis produk. Produk yang ditawarkan oleh perusahaan adalah keripik nangka untuk menarik pelanggan.
3. Evaluasi, merupakan suatu kegiatan dimana bisa mengetahui hasil penjualan produk dan mengetahui selera konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Evaluasi dilakukan untuk menjadi acuan dalam produksi yang akan datang.
Salah satu unsur dalam konsep pemasaran adalah bauran Pemasaran, yang merupakan konsep yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan, bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada satu segmen pasar tertentu, yang merupakan sasaran pasarannya. Marketing mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya. Menurut William J.Stanton pengertian marketing mix secara umum adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem pemasaran sebuah organisasi. Keempat unsur tersebut adalah penawaran produk/jasa, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.
a. Produk (Jasa)
Kebijaksanaan mengenai produk atau jasa meliputi jumlah barang/jasa yang akan ditawarkan perusahaan, pelayanan khusus yang ditawarkan perusahaan guna mendukung penjualan barang dan jasa, dan bentuk barang ataupun jasa yang ditawarkan. Produk merupakan elemen yang paling penting, sebab dengan inilah perusahaan berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan dari konsumen. Namun keputusan itu tidak berdiri sebab produk/jasa sangat erat hubungannya dengan target market yang dipilih.
b. Harga ( Price)
Keuntungan yang diperoleh ditentukan pada penetapan harga yang ditawarkan. Harga suatu produk atau jasa ditentukan pula dari besarnya pengorbanan yang dilakukan untuk menghasilkan jasa tersebut dan laba atau keuntungan yang diharapkan. Oleh karena itu, penetuan harga produk dari suatu perusahaan merupakan masalah yang cukup penting, karena dapat mempengaruhi hidup matinya serta laba dari perusahaan.
Kebijaksanaan harga erat kaitannya dengan keputusan tentang jasa yang dipasarkan. Hal ini disebabkan harga merupakan penawaran suatu produk atau jasa. Dalam penetapan harga, biasanya didasarkan pada suatu kombinasi barang/jasa ditambah dengan beberapa jasa lain serta keuntungan yang memuaskan. Berdasarkan harga yang ditetapkan ini konsumen akan mengambil keputusan apakah dia membeli barang tersebut atau tidak. Juga konsumen menetapkan berapa jumlah barang/jasa yang harus dibeli berdasarkan harga tersebut.
c. Saluran Distribusi ( Place )
Pemilihan saluran distribusi adalah masalah yang berpengaruh bagi marketing, karena kesalahan dalam memilih dapat menghambat bahkan memacetkan usaha penyaluran produk/jasa dari produsen ke konsumen. Distributor-distributor atau penyalur ini bekerja aktif untuk mengusahakan perpindahan bukan hanya secara fisik tapi dalam arti agar jasa-jasa tersebut dapat diterima oleh konsumen. Dalam memilih saluran distribusi ini ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu sebagai berikut:
· Sifat pasar dan lokasi pembeli.
· Lembaga-lembaga pemasaran terutama pedagang-pedagang perantara.
· Pengendalian persediaan, yaitu menetapkan tingkat persediaan yang ekonomis.
· Jaringan pengangkutan.
d. Promosi ( Promotion)
Aspek ini berhubungan dengan berbagai usaha untuk memberikan informasi pada pasar tentang produk/jasa yang dijual, tempat dan saatnya. Ada beberapa cara menyebarkan informasi ini, Periklanan (Advertising) merupakan alat utama bagi pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya. Periklanan ini dapat dilakukan oleh pengusaha lewat media cetak, elektroni dan lain-lain. Penjualan Pribadi (Personal selling) merupakan kegiatan perusahaan untuk melakukan kontak langsung dengan calon konsumennya. Dengan kontak langsung ini diharapkan akan terjadi hubungan atau interaksi yang positif antara pengusaha dengan calon konsumennya itu. Yang termasuk dalam personal selling adalah: door to door selling, mail order, telephone selling, dan direct selling.
Promosi Penjualan (Sales Promotion) merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkannya sedemikian rupa sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu, maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen. Dan terakhir Publsitas (Pubilicity) merupakan cara yang biasa digunakan juga oleh perusahaan untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada konsumen, agar mereka menjadi tahu. Publisitas merupakan suatu alat promosi yang mampu membentuk opini masyarakat secara tepat, sehingga sering disebut sebagai usaha untuk "mensosialisasikan" atau "memasyarakatkan ".
Keempat unsur mix marketing bisa digunakan untuk memperkenalkan dan menjual keripik nangka baik dipasar lokal maupun nasional. Sehingga tujuan yang direncanakan bisa mencapai target yang diharapkan. Di dalam pemasarn produk selain memiliki konsep juga memerlukan komunikasi bisnis dari berbagai pihak supaya produk yang ditawarkan bisa diterima dipasaran. Komunikasi bisnis merupakan hubungan antara perusahaan dan pihak yang ada dalam sturkutur organisai, serta pihak lain yang bisa bekerjasama dalam usaha penjualan keripik nangka.
III. PERECANAAN KOMUNIKASI BISNIS
Komunikasi bisnis merupakan hubungan interaksi yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih untuk memrencanakan usaha bisnis yang akan dilakukan. Komunikasi bisnis dibagi menjadi dua kelompok yaitu komunikasi internal dan eksternal. Perencanaan komunikasi yang ada dalam perusahaan keripik nangka dibagi atas dua kelompok antaralain :
A. Komunikasi Internal
Komunikasi internal adalah suatu sistem pertukaran informasi dan gagasan didalam organisasi bisnis. Komunikasi Internal dilakukan kepada pemilik atau pemegang saham, pendiri perusahaan, para manajer dan semua karyawan. Komunikasi internal yang terjadi yaitu :
1. Komunikasi vertikal
merupakan komunikasi dari atasan kepada bawahan biasanya berupa perintah, instruksi prosedur kerja, praktik organisasional.
a. Seperti komunikasi antara direktur kepada manajer meliputi perintah direktur untuk meminta laporan bulanan kepada setiap manajer. Tujuan komunikasi ini untuk memonitornig semua kegiatan yang dilakukan apakah berjalan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga bisa meminimalkan kesalahan yang mungkin terjadi. Audiens dari komunikasi ini adalah manajer, Saluran yang digunakan biasanya formal menggunakan media memo, karena merupakan media yang efektif untuk memberikan perintah dari atasan ke bawahan.
b. Komunikasi antara manajer umum ke manajer bagian antara lain manajer pemasaran, manajer produksi, dan manajer keuangan. Manajer memberi instruksi prosedur kerja kepada manajer bagian-bagiannya. Tujuannya yaitu untuk menentukan rencana dan strategi pemasaran, menentukan harga, promosi, dan membuat anggaran agar penjualan dapat bekerja lebih efektif. Audiensnya adalah manajer-manajer bagiannya. Saluran yang digunakan adalah formal melalui media rapat bidang karena melalui rapat bidang penugasan yang diberikan manajer umum ke manajer bagian menjadi lebih jelas dan tegas.
c. Komunikasi manajer bidang ke kepala bagian. Seperti seorang manajer memberikan susunan program kerja dan perencanaan produk baru untuk dilaksanakan oleh kepala bagian. Tujuannnya adalah mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan produk baru. Audiensnya adalah kepala bagian. Salurannya dengan memberikan surat penugasan kepada bawahannya. Alasannya menspesialisasikan penugasan kerja kepada setiap bagian.
2. Komunikasi horizontal
merupakan komunikasi yang terjadi antara bidang yang sejajar. Seperti komunikasi antara manajer yang saling bertukar informasi untuk menentukan kegiatan apa yang akan dilakukan kedepan.
a. Komunikasi yang terjadi antara manajer produksi dengan manajer keuangan, terkait biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi produk. Tujuan komunikasi ini untuk saling membantu antara bidang yang saling ketergantungan. Audiens komunikasi ini adalah manajer, serta saluran yang digunakan biasanya informal karena tidak memandang kedudukan atau jabatan yang dipegang.
b. Komunikasi yang terjadi antara kepala bagian penjualan dan promosi ke kepala bagian pabrik. Bagian pabrik menanyakan tentang volume penjualan produk di pasar. Tujuannnya untuk memperkirakan waktu, tenaga, biaya, dan efisiensi. Audiensnya adalah bagian penjualan dan bagian pabrik itu sendiri. Salurannya adalah informal seperti menggunakan media telepon, email, dan lain-lain. Alasannya adalah penggunaan media ini lebih nyaman karena tidak ada batas kekuasaan.
c. Komunikasi antara karyawan dan karyawan seperti mereka saling bertukar pendapat terhadap pekerjaan di bidang masing-masing. Tujuannya adalah saling mengakrabkan antara karyawan satu dengan karyawan yang lain agar lingkungan kerja lebih kondusif. Saluran yang digunakan adalah informal dan secara lisan. Alasannnya karena secara lisan mereka lebih cepat akrab dan terjalin hubungan kekeluargaan.
3. Komunikasi diagonal merupakan komunikasi yang antara dua bidang yang berbeda.
a. Komunikasi yang terjadi pada perusahaan ini adalah komunikasi antara manajer produksi dengan bagian promosi dan penjualan dimana produk sudah jadi dan harus segera dijual dan dipromosikan. Kemudian antara manajer keuangan dan bidang produksi, manajer keuangan menyiapkan dana untuk keperluan produksi bahan baku dan lain sebagainya. Tujuan komunikasi ini untuk saling mendukung dan membantu kegiatan antar bidang. Saluran dan media yang dipakai biasanya informal seperti melalui lisan, telepon dan lain-lain.
b. Komunikasi antara manajer keuangan dan kepala bagian pabrik. Yaitu untuk mengetahui pengeluaran terhadap produk yang dihasilkan. Media dan salurannya yang digunakan adalah kunjungan langsung ke bagian pabrik. Alasannya adalah dengan kunjungan langsung maka manajer keuangan dapat mengetahui secara langsung keadaan pabrik dan produksinya.
c. Komunikasi antara bagian akuntasi dan keuangan ke karyawan. Yaitu bagian akuntasi dan keuangan dapat menganggarkan biaya untuk tunjangan karyawan. Media dan saluran yang digunakan adalah pengumuman secara lisan. Tujuannya adalah memberikan motivasi kepada karyawan.
B. Komunikasi eksternal
Komunikasi eksternal adalah suatu sistem pertukaran informasi dan gagasan di luar organisasi bisnis. Komunikasi eksternal dilakukan kepada pesaing, pemasok/produsen, konsumen, masyarakat umum, lembaga keuangan, lembaga pemerintah, partner strategis, calon investor, regulator, dan pasar tenaga kerja.
- Komunikasi yang terjadi biasanya dengan pemasok bahan baku terkait masalah persediaan produksi. Tujuan komunikasi tersebut adalah untuk mengadakan pembelian barang-barang mentah dan penjadwalan pengiriman secara tepat waktu. Audiensnya adalah distributor bahan baku tersebut. Saluran yang digunakan yaitu komunikasi non formal melalui media telekomunikasi seperti handphone dan pager.
- Komunikasi antara pemerintah dengan perusahaan. Tujuannya untuk menstandarisasikan produk yang diproduksi serta pasar tenaga kerja terkait dengan kebutuhan akan tenaga kerja yang diperlukan untuk kegiatan produksi keripik nangka. Audiensnya yaitu perusahaan terkait yang menjalankan kegiatan usaha. Saluran yang digunakan biasanya formal dan dengan menggunakan media surat penawaran kerjasama dengan pihak bersangkutan. Surat penawaran memberikan keutungan bagi semua pihak sesuai perjanjian yang diinginkan. Surat penawaran memberikan kesempatan kepada partner untuk bekerjasama dalam mempromosikan produk yanga sedang ditawarkan. Surat penawaran juga sebagai bukti kesepakatan kedua pelaku usaha dalam menjalankan usaha.
Komunikasi sangat menetukan dalam mencapai tujuan yang direncanakan. Untuk mencapai target atau tujuan jangka pendek tahun 2010 untuk menjadikan keripik nangka sebagai oleh-oleh khas dan menembus pasar Solo Raya, upaya yang direncanakan adalah sebagai berikut :
| Program Tahun 2010 | Target Tahun 2010 | Kegiatan Tahun 2010 |
| 1. Survey pasar | · Terkumpulnya data kebutuhan konsumen akan permintaan keripik nangka · Mengetahui selera konsumen · Informasi demografi | · Penyusunan instrument survey · Perijinan survey · Perekrutan surveyor · Menyediakan tempat kritik dan saran melalui telepon dan email. · Membuat keripik dengan bentuk yang berbeda. · Mencari data di BPS · Perijinan penelitian |
| 2. Promosi produk keripik nangka | · Menerbitkan leaflet, katalog dan majalah. · Mengikuti pameran dan expo makanan. | · Mencetak seribu leaflet · Membuat kontrak kerjasama dengan bagian percetakan · Mendaftar menjadi anggota expo · Meminta ijin BPOM solo. · Perekrutan distributor produk. |
Kegiatan di atas memerlukan komunikasi dalam pelaksanaanya. Komunikasi yang dilakukan untuk mendukung kegiatan masing-masing tersebut.
| Kegiatan Promosi 2010 | Perencanaan Komunikasi |
| · Mencetak seribu leaflet | Membuat kontrak kerjasama dengan bagian percetakan |
| · Mendaftar menjadi anggota expo | Membuat buatan surat lamaran anggota expo |
| · Meminta ijin BPOM solo. | Membuat surat perijinan BPOM Solo |
| · Perekrutan distributor produk | Membuat lowongan pekerjaan |
Tindakan komunikasi yang ada dalam perusahaan berdasarkan tujuan komunikasi, audiens, saluran dan media yang dilakukan sebagai berikut :
a. Pembuatan surat perijinan ke Bappeda
Pembuatan surat perijinan ke Bappeda bertujuan untuk mendapatkan perijinan tentang usaha yang akan dikelola. Audiensnya yaitu kesekretariatan direktur beserta jajarannya yang bertanggung jawab tentang perijinan. Saluran komunikasinya yaitu secara formal dengan pembuatan surat ijin rekomendasi tentang pembuatan produk. Alasannya karena pembuatan surat ijin bersifat formal dan kelembagaan sehingga saluran formal diperlukan.
b. Pembuatan surat standarisasi BPOM
Pembuatan surat standarisasi BPOM bertujuan untuk meminta standarisasi produk/barang yang dihasilkan perusahaan. Audiensnya yaitu para manager produksi, karena produksi harus sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Saluran komunikasinya yaitu formal dengan pembuatan surat ijin rekomendasi untuk standarisasi yang produknya telah dilakukan pengujian sebelumnya. Alasan penggunaan saluran komukasi secara formal yaitu agar dapat dijadikan bahan pertimbangan BPOM dan lebih efektif.
c. Pembuatan surat lowongan surveyor dan distributor.
Pembuatan surat lowongan surveyor dan distributor bertujuan untuk mencari tenaga kerja yang handal dalam bidangnya dan telah terspesialisasi sesuai dengan kemampuannya di masing-masing bidang untuk meningkatkan penjualan barang/produk yang dihasilkan. Audiensnya yaitu para pencari pekerja dan masyarakat umum. Saluran komunikasinya yaitu formal dan non formal dengan pembuatan surat lowongan pekerjaan yang dipasang di internet, surat kabar, dan sebagainya. Alasan komunikasi yang dipakai yaitu lebih efektif dan efisien di mana terdapat saluran komukasi formal dan non formal.
d. Pembuatan surat kontrak kerjasama.
Pembuatan surat kontrak kerjasama tujuannya untuk mengadakan kerjasama dengan para pelaku usaha. Audiensnya yaitu para pelaku usaha, investor, dan masyarakat umum. Saluran komunikasinya yaitu formal dengan membuat surat perjanjian kerjasama antara dua pihak terkait. Alasan penggunaan saluran komunikasi yaitu lebih efektif dan dengan bentuk formal dapat dijadikan bukti apabila ada komplain dari salah satu pihak.
DAFTAR PUSTAKA
Phillip, Kotler. 2000. Marketing Management. Prentice Hall. New Jersey.
Stanton, William J. 1986. Prinsip Pemasaran. Erlangga.
Suprapti, Lies. 2000. Teknologi Tepat Guna Keripik, Manisan dan Sirup Nangka. Yogyakarta. Percetakan Kanisius.
http://www.google.co.id. Teknologi Pembuatan Keripik Nangka. Diakses pada hari Kamis, tanggal 14 Oktober 2010 pukul 16.00 WIB.
http://www.zaifbio.wordpress.com. Pemanfaatan biji nangka diversifikasi pangan. Diakses pada hari Kamis, tanggal 14 Oktober 2010 pukul 16.00 WIB.


